Menjadi Pegawai Negeri Desember 13, 2008
Posted by joeismail in Uncategorized.Tags: PNS
1 comment so far
Baru saja hiruk pikuk pendaftaran dan pelaksanaan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil di beberapa departeman pemerintah maupun Pemda usai. Dengan diwarnai beberapa kekisruhan di beberapa tempat, ujian Pegawai Negeri Sipil tahun formasi 2008 telah dilaksanakan. Tinggallah kini para peserta harap-harap cemas menantikan pengumuman resmi dari instansi yang bersangkutan, apakah mereka bisa lolos tahun ini dan menjadi Pegawai Negeri.
Seperti yang sudah-sudah, di tengah kesulitan mencari lapangan pekerjaan, setiap kali ada pendaftaran CPNS selalu ditanggapi dengan antusias oleh mereka para anak muda yang bercita-cita menjadi abdi negara. Maka sudah bisa dipastikan ribuan peserta akan saling bersaing untuk memperebutkan jatah lowongan yang jatahnya cuma cukup untuk puluhan posisi saja. Para peserta bukan hanya datang dari fresh graduated atau para sarjana pengangguran, namun ternyata banyak di antara mereka yang sudah bekerja sebagai karyawan swasta.
Bahkan demi melicinkan niat menjadi pegawai negeri tak jarang sebagian orang menghalalkan segala cara. Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap kali pendaftaran CPNS juga dijadikan ajang bagi oknum di Pemda untuk jual beli. Peserta ditawari posisi menjadi Pegawai Negeri dengan syarat harus menyetor uang kepada oknum tersebut. Besarnya berkisar antara puluhan sampai dengan ratusan juta rupiah untuk satu posisi.
Mengapa mereka tertarik menjadi Pegawai Negeri?
Sudah umum diketahui oleh semua orang bahwa bekerja di instansi pemerintah lebih santai daripada di swasta. Meski tidak semuanya, pegawai negeri diidentikkan dengan kerja yang enak, duduk santai lalu jam dua pulang. Sangat jauh berbeda dengan kerja di swasta yang penuh dengan tantangan atau pressure. Sedang bagi mereka yang bekerja dengan system target, yang bila target tidak dipenuhi maka harus siap-siap angkat kaki. Belum lagi bila perusahaan tersebut kolaps sehingga terpaksa harus dirumahkan. Seperti saat ini, di tengah resesi ekonomi global banyak perusahaan harus berhemat, salah satunya dengan mem-PHK karyawan.
Salah satu daya tarik lagi menjadi pegawai negeri adalah masalah gaji. Beberapa tahun belakangan ini memang pemerintah terus meningkatkan kesejahteraan pegawai negeri. Sehingga sekarang pegawai negeri tidak lagi identik dengan gaji pas-pasan. Belum lagi berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah kepada pegawai seperti tunjangan untuk anak dan istri, asuransi kesehatan, kredit perumahan, maupun kesempatan beasiswa bagi anak-anak mereka yang menimba ilmu di sekolah atau universitas negeri.
Kemudian keuntungan lagi yang didapatkan Pegawai Negeri adalah adanya fasilitas pensiun yang tidak didapatkan jika menjadi pegawai swasta. Bayangkan saja, ketika Anda sudah tidak bekerja lagi maka Anda dapat menikmati hari tua sambil menunggu tanggal muda, menerima pensiunan bulanan. Anda tertarik?
Perokok Adalah Orang yang Egois Desember 13, 2008
Posted by joeismail in Kesehatan.Tags: Rokok
3 comments
MERASA terganggu oleh asap rokok di ruang tunggu terminal, Asti menegur seorang lelaki di sampingnya yang sedang asyik merokok. “Mas, mau nggak Anda menelan permen yang telah saya kunyah ini?”
Lelaki itu merasa heran, “Ya, tentu saja saya tidak mau?”
“Kenapa?”
“Saya tidak mau memakan sesuatu yang keluar dari mulut Anda.”
“Lalu mengapa Anda membiarkan saya menghisap asap rokok yang telah keluar dari mulut Anda?”
Mungkin apa yang dirasakan oleh Asti tadi pernah juga dialami oleh kita, terganggu dengan asap rokok orang lain, sementara Sang Perokok sendiri tak perduli bahwa ulahnya tersebut mengganggu orang lain. Padahal asap rokok kecuali mengganggu ternyata juga berbahaya bagi kesehatan. Memang suatu hal yang tidak adil bagi orang yang terpaksa harus menghirup asap rokok dari orang-orang sekelilingnya yang merokok.
Padahal fakta membuktikan, asap yang dihisap perokok (mainstream smoke), besarnya hanya 4 persen saja, sedangkan asap rokok yang dikeluarkan rokok terbakar saat tidak dihisap (sidestream smoke) mencapai 96 persen dari total massa pembakaran rokok.
Di sini sidestream smoke lebih berbahaya daripada mainstream smoke. Pasalnya sidestream smoke keluar ke udara tanpa saringan dan mengeluarkan zat racun lebih banyak. Asap rokok diketahui telah mengandung sekitar 4.000 bahan kimiawi, dimana 60 diantaranya diketahui dapat menyebabkan kanker. Tak heran jika pengaruh asap rokok pada perokok pasif itu tiga kali lebih buruk daripada debu batu bara.
Penyakit yang dapat diderita perokok pasif ini tidak lebih baik dari perokok aktif, malah lebih buruk lagi. Perokok pasif menjadi mudah menderita kanker, penyakit jantung, paru dan penyakit lainnya yang mematikan. Mereka yang dikelilingi oleh asap rokok akan lebih cepat meninggal dibanding mereka yang hidup dengan udara bersih dengan angka kematiannya meningkat 15% lebih tinggi.
Dari penelitian terhadap 1.263 pasien kanker paru-paru yang tidak pernah merokok, terlihat bahwa mereka yang menjadi perokok pasif di rumah akan meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 18 %. Bila hal ini terjadi dalam waktu yang lama, 30 tahun lebih, risikonya meningkat menjadi 23 %. Bila menjadi perokok pasif di lingkungan kerja atau kehidupan sosial, risiko kanker paru-paru akan meningkat menjadi 16 % sedang bila berlangsung lama, hingga 20 tahun lebih, akan meningkat lagi risikonya menjadi 27%.
Sedangkan pada janin, bayi dan anak-anak mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita kejadian berat badan lahir rendah, bronchitis dan pneumonia, infeksi rongga telinga dan asthma. Pemerintah Amerika sendiri memperkirakan bahwa setiap tahunnya terjadi 3.000 kematian akibat kanker paru-paru pada mereka yang tidak merokok sebagai akibat menjadi perokok pasif. Sementara di China disebutkan bahwa penyakit jantung koroner pada perempuan yang suaminya perokok sekitar 24 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang suaminya tidak merokok. Angka ini meningkat sampai 85 persen bila perempuan itu juga menjadi perokok pasif di tempat kerjanya.
Dengan besarnya jumlah dan tingginya presentase penduduk yang mempunyai kebiasaan merokok, Indonesia merupakan konsumen rokok tertinggi ke lima di dunia pada tahun 2002 dengan 182 milyar batang rokok setiap tahunnya setelah Republik Rakyat China (1.697.291milyar), Amerika Serikat (463,504 milyar), Rusia (375.000 milyar) dan Jepang (299.085 milyar).
Menutup pabrik rokok jelas bukanlah solusi yang baik, malah tampaknya suatu hal yang mustahil. Mengingat industri rokok telah menyediakan jutaan lapangan kerja bagi masyarakat, di samping telah menyumbang devisa yang tidak kecil bagi negara. Sebagai contoh saja, pabrik rokok Gudang Garam di Kediri telah menyumbang 70 % pendapatan pemerintah kota, dari sini bisa kita lihat betapa besarnya kontribusi Gudang Garam terhadap pembangunan kota Kediri. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila tiba-tiba pemerintah menutup Gudang Garam…
Namun dengan terbitnya tentang larangan merokok di tempat umum di beberapa Pemda patut kita dukung. Kebijakan untuk merelokalisir para perokok dengan menyediakan smoking room adalah sebuah jalan tengah baik yang perlu dipikirkan pemerintah.
Siapa CEO Dengan Gaji Tertinggi? Desember 13, 2008
Posted by joeismail in Uncategorized.add a comment
Jika ditanyakan siapa CEO (chief executive officer) dengan gaji tertinggi kepada Anda mungkin tanpa berpikir lama Anda akan menjawab Bill Gates, Sang pendiri Microsoft itu. Tapi mohon maaf jawaban Anda salah. Sebab meski Bill Gates adalah manusia terkaya di dunia, tetapi dia bukanlah CEO dengan gaji tertinggi.
Menurut survey yang dilakukan oleh sebuah firma riset korporasi, The Corporate Library, CEO dengan gaji terwahid diraih oleh Larry Ellison. Pria kelahiran Manhattan, 17 Agustus 1944 tersebut, menurut The Corporate Library tahun lalu menerima USD 192 juta, atau dengan kurs Rp 11.000 per USD bila dirupiahkan menjadi Rp 2,1 triliun. Ellison tahun lalu menerima gaji pokok sebesar USD 1 juta (Rp 11 milyar) serta memperoleh penghasilan lain dari kepemilikan sahamnya sebesar USD 181 juta (Rp 1,99 triliun).
Siapa Larry Ellison? Ternyata dia adalah CEO sekaligus pendiri raksasa bisnis software di Silicon Valley, Oracle Corporation. Dia juga tercatat menguasai 22,59 persen saham Oracle. Kepemilikan sahamnya di Oracle diperkirakan senilai USD 20 – 25 milyar. Menurut release dari majalah bisnis Forbes edisi Agustus 2008, Ellison menduduki posisi ke-14 orang terkaya di planet bumi, sementara di Amerika dia berada di urutan ke-3 dengan jumlah kekayaan sebesar USD 27 milyar atau senilai Rp 297 triliun.
Berada di posisi ke dua adalah CEO IAC/InterActive Barry Diller dengan penghasilan USD 184 juta atau Rp 2,02 triliun. Sementara peringkat ke 3 adalah Angelo Mozilo yang merupakan CEO Countrywide Financial yang justru berasal dari perusahaan financial yang paling merasakan terpaan badai krisis ekonomi global. Di sini pendapatan Mozilo tahun lalu adalah sebesar USD 124 juta atau Rp 1,36 triliun.
Menariknya peringkat ke empat diduduki oleh seorang CEO wanita yang telah meninggalkan eBay sejak Maret 2008, Margaret Cushing Whitman. Dia mendapatkan penghasilan USD 120 juta (Rp 1,32 triliun) termasuk USD 116 juta (Rp1,27 triliun dalam bentuk saham).
Lantas, apakah gaji yang selangit tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja mereka di perusahaan? Ternyata tidak. Masih menurut The Corporate Library, sebagian CEO tersebut memang mampu meningkatkan pendapatan dan keuntungan perusahaan, namun banyak juga yang gagal.